Senikata: , 1779; trans­lated from English to Indonesian by .

Musik: Vir­gin­ia Har­mo­ny, 1831.


Betapa heran manis bunyi Anugerah,
Yang selamatkan celaka seperti saya;
Sekali saya kesasar, tapi sekarang ketemu,
Buta, tapi sekarang melihat.

Itulah Anugerah yang mengajar hati saya takut,
Dan Anugerah bebaskan ketakutan saya;
Betapa mulia menghadap Anugerah,
Sewaktu saya pertama percaya.

Melalui banyak bahaya, banting tulang dan jerat,
Saya telah alami;
Kini, Anugerah itulah telah membawa saya selamat,
Dan Anugerah memimpin saya kerumah.

Tuhan telah berjanji baik kepada saya,
Perkataan-Nya harapan saya kukuh;
Ia akan jadi lindungan dan bagian saya,
Selama menahan hidup.

Yea, bilamana daging ini dan hati jatuh,
Dan hidup maut akan berhenti;
Saya akan berada didalam tudung,
Hidup keriangan dan damai.

Dunia akan segera larut seperti salju,
Matahari menahan sinarnya;
Tapi Tuhan Yang memanggil saya dibawah sini,
Untuk selamanya punya saya.

Apabila kita telah disana sepuluhribu tahun,
Terang menyinari seperti sinar matahari;
Tidak kurang hari kita menyanyi Pujian Tuhan,
Daripada sewaktu kita pertama mulai.